Relasi Bencana Banjir Bengawan Sola, dan Pesta Campur Sari
Semoga menjadi ibroh bagi kita semua
Mendengar berita tentang banjir di Solo, saya mencari berita tentang wilayah mana saja yang terkena banjir. Karena anak saya sedang menuntut ilmu di Pondok Pesantren Modern Islam As salaam, di Pabelan, Sukoharjo, Solo.
Alhamdulillah saya tidak menemukan berita yang tidak saya harapkan itu. Di situs http://www.assalaam.or.id/ pun tak ada beritanya sama sekali. Untuk menghibur diri saya menganggap anak saya aman di sana. Meskipun sebenarnya yang saya harapkan adalah tulisan bahwa di Pabelan aman-aman saja.
Selesai browsing, saya kembali ke inbox saya. Saya membaca posting dari seorang teman ukhti Titi Prawesti Hesti. Tulisan yang menyentakkan hati saya. Betapa musibah sering datang kepada kita setelah manusia berpesta pora melakukan perbuatan yang melalaikan Allah. Bukan hanya itu, mereka bahkan menantang Allah. Dengan menahan turunnya hujan. Seakan tidak menyadari bahwa balasan Allah tak mungkin lagi mereka mampu menahannya.
Berikut tulisan ukhti Hesti dengan harapannya agar menjadi ibroh –sekali lagi- kepada kita semua.
Saya membaca Koran Kompas (kamis, 27 Desember 07), Insya Allah bisa kita ambil hikmahnya.
Setelah Pesta Campursari, Karanganyar Menangis
KARANGANYAR menangis. Setidaknya, 65 warga Karanganyar yang tinggal di kaki Gunung Lawu, tewas tertimbun longsoran tanah. Tragisnya, tangisan itu pecah ketika kabupaten yang terletak di sebelah timur Kota Surakarta (Solo) ini baru saja menggelar hajat akbar untuk memecahkan rekor MURI, yakni menggelar musik campursari nonstop selama 33 jam, 33 menit dan 33 detik yang berlangsung sejak Minggu siang (23/12) hingga Senin malam (24/12).
Hujan Hilang
Sejak 19 Desember lalu, hujan selalu mengguyur daerah yang terkenal sebagai sentral tanaman anthurium itu. Hingga tanggal 22 Desember, Kabupaten yang berada di lereng Gunung Lawu itu masih dilanda hujan deras yang mengguyur dalam waktu pendek namun berulangkali.
Namun sejak acara campursari nonstop digelar pada hari Minggu tanggal 23 Desember, mendung yang menggelayut sejak beberapa hari tiba-tiba hilang. Sinar matahari menjadi terik. Dan bila mendung mulai menumpuk lagi, tak berapa lama kumpulan awan hujan tersebut sirna. Pagelaran campursari nonstop pun berlangsung meriah. Panggung luas dan rumah tenda yang disediakan panitia, sama sekali tidak tersentuh air hujan.
Tumpah Dari Langit
Namun sejak pesta ditutup, Selasa sore sekitar pukul 17.00 WIB, air hujan sepertinya ditumpahkan dari langit di kawasan sekitar Karanganyar, Surakarta, Sukoharjo, Klaten dan Wonogiri.
Sungai Bengawan Solo yang terakhir kali membanjiri Kota Solo pada tahun 1965, Selasa malam (25/12) kembali mengamuk. Air yang tak mampu tertampung di Bengawan Solo, menerjang ratusan rumah penduduk di kawasan Jebres, Serengan, Sangkrah, Semanggi, Joyotakan. Bahkan, air mencapai tiga meter di kampung Joyotakan.
Seakan kita diingatkan oleh Allah SWT dengan beberapa firmannya, diantaranya :
”Maka tatkala mereka melupakan peringatan yang telah diberikan kepada mereka, Kamipun membukakan semua pintu-pintu kesenangan untuk mereka; sehingga apabila mereka gembira dengan apa yang telah diberikan kepada mereka, Kami siksa mereka dengan sekonyong-konyong, maka ketika itu mereka terdiam berputus asa.” (QS.Al An'am:44).
Allah SWT seakan murka, rahmat yang berupa hujan seharusnya turun akan tetapi ditahan (biasanya pawang hujan menggunakan bantuan jin) hanya untuk perbuatan senang-senang yang menjauhkan diri dari ingat pada Allah SWT.
Semoga bagi saudara-saudara kita yang tertimpa musibah Allah SWT memberikan kekuatan, ketabahan, kesabaran dan semoga Allah memberikan yang lebih baik dari sebelum tertimpa musibah.
Bagi saudara-saudara kita yang meninggal dunia semoga Allah SWT memberikan tempat yang mulya disisi-Nya.
Dan semoga bencana ini memberikan hikmah pada kita semua untuk semakin mendekat kapada-Nya.
Maaf, bila ada tulisan yang kurang berkenan.
Jazakumullahu khoiro.
Wassalam
Baca tulisan lainnya di http://lintasankatahati.blogspot.com
Senin, 28 Januari 2008
Minggu, 06 Januari 2008
Pemantapan Aqidah Islamiyah
Proposal
PEMANTAPAN AQIDAH ISLAMIYYAH, PENYAMAAN VISI, & MINDSET GERAKAN KADER MUHAMMADIYYAH DALAM RANGKA BERPERAN AKTIF MEWUJUDKAN MASYARAKAT KABUPATEN BEKASI YANG AGAMIS BERBASIS AGRO-INDUSTRI
(Kerjasama Pimpinan Daerah Muhammadiyyah & Pemerintah Kabupaten Bekasi)
PEMANTAPAN AQIDAH ISLAMIYYAH, PENYAMAAN VISI, & MINDSET GERAKAN KADER MUHAMMADIYYAH DALAM RANGKA BERPERAN AKTIF MEWUJUDKAN MASYARAKAT KABUPATEN BEKASI YANG AGAMIS BERBASIS AGRO-INDUSTRI
(Kerjasama Pimpinan Daerah Muhammadiyyah & Pemerintah Kabupaten Bekasi)
- DASAR PEMIKIRAN
- Saat ini, Indonesia telah berada dalam babakan sejarah baru, dimana demokrasi telah menjadi pilihan dan komitmen bersama, menuju Indonesia yang maju, modern, dan berperadaban. Konsekuensinya adalah terjadinya perubahan yang sangat cepat di pelbagai aspek kehidupan bangsa Indonesia, khususnya aspek politik (tata kelola pemerintahan), yang terlihat dari terjadinya pemekaran wilayah, baik di tingkat propinsi, kabupaten/kota, kecamatan, bahkan desa/kelurahan.
- Pemekaran tata kelola pemerintahan tersebut juga terjadi di wilayah Bekasi Propinsi Jawa Barat. Tahun 1996, pemerintahan di wilayah Bekasi dimekarkan menjadi dua ―Kota Bekasi dan Kabupaten Bekasi―. Implikasinya bagi kepengurusan Muhammadiyyah Kabupaten Bekasi adalah merintis pelbagai aktivitasnya dari titik nol.
- Pada periode pertama kepengurusannya (2000-2005), Pimpinan Daerah Muhammdiyyah (PDM) masih menitikberatkan pada ta’aruf, shilatur rahim, dan penguatan aqidah islamiyyah kader Muhammadiyyah melalui ta’lim. Pada periode ke-dua (2005-2010), sudah dipandang perlu mewujudkan prasarana fisik berupa sekretariat PDM yang berfungsi sebagai pusat pengendalian pelbagai aktivitas yang dilakukan, dan merintis Amal Usaha Muhammdiyyah (AUM) yang saat ini diprioritaskan pada terwujudnya lembaga pendidikan tingkat dasar dan menengah yang berkualitas, disamping terus mengembangkan ta’aruf, shilatur rahim, dan memantapkan aqidah islamiyyah.
- Untuk merealisasikan sekretariat PDM, pengurus telah bertekad membeli salah satu ruko di Komplek Permata Metropolitan Tambun Bekasi seharga Rp. 360.000.000,- (tiga ratus enam juta rupiah) dengan cara angsuran, dimana dana dikumpulkan dari para pengurus melalui iuran reguler bulanan, dan insya Allah sekretariat PDM tersebut sudah mulai dapat dimanfaatkan pada Maret 2008. Sementara itu, untuk mewujudkan AUM berupa lembaga pendidikan tingkat dasar dan menengah yang berkualitas, direncanakan dibangun diatas tanah wakaf seluas 1.060 m2 di Setu Bekasi dengan biaya pada tahap awal Rp. 500.000.000,- (lima ratus juta rupiah) = 50.000 lembar saham, yang diharapkan akan diperoleh dari para anggota/kader dan dermawan simpatisan Muhammdiyyah.
- Dalam kerangka memberikan kontribusi terhadap Pemerintah Kabupaten Bekasi khususnya di bidang pengembangan sumber daya manusia dalam upaya mewujudkan masyarakat Kabupaten Bekasi yang agamis berbasis agro-industri, PDM Kabupaten Bekasi memandang perlu menyelenggarakan kegiatan Pemantapan Aqidah Islamiyyah, Penyamaan Visi dan Mindset Kader Muhammadiyyah guna mewujudkan AUM dimaksud.
- NAMA KEGIATAN
Pemantapan Aqidah Islamiyyah, Penyamaan Visi, Dan Mindset Gerakan Kader Muhammadiyah Kabupaten Bekasi
- LANDASAN KEGIATAN
- Landasan Institusional:
- Anggaran Dasar Muhammadiyah.
- Anggaran Rumah Tangga Muhammadiyah.
- Sistem Perkaderan Muhammadiyah.
- Landasan Operasional
- Keputusan Musyawarah Daerah Muhammadiyah Kabupaten Bekasi tahun 2006.
- Program kerja PDM Kabupaten Bekasi periode 2005-2010.
- Isi dan misi Kabupaten Bekasi
- TUJUAN DAN HASIL YANG DIHARAPKAN
- Kegiatan ini bertujuan:
- Memantapkan aqidah islamiyyah kader Muhammadiyyah berdasarkan khitoh Muhammadiyyah.
- Menyamakan visi dan mindset kader Muhammadiyyah dalam rangka memberikan kontribusi terhadap Pemerintah Kabupaten Bekasi dalam upaya mewujudkan masyarakat Kabupaten Bekasi yang agamis berdasarkan agro-industri.
- Hasil yang diharapkan adalah:
- Bagi kader Muhammadiyyah Kabupaten Bekasi:
a. Terwujudnya istiqamatunnafsi pada diri setiap kader Muhammadiyyah terhadap aqidah islamiyyah berdasarkan khitoh Muhammadiyyah ditengah tumbuh-suburnya aliran/sempalan dalam Islam saat ini.
b. Terwujudnya kesamaan visi dan mindset kader Muhammadiyyah bagi terwujudnya AUM (lembaga pendidikan berkualitas) dalam rangka memberikan kontribusi terhadap Pemerintah Kabupaten Bekasi dalam upaya mewujudkan masyarakat Kabupaten Bekasi yang agamis berbasis agro-industri. - Bagi Pemerintah Daerah Kabupaten Bekasi:
a. Meningkatnya hubungan antara pengurus lembaga keagamaan (PDM) dan unsur Pemerintah Kabupaten Bekasi (Ulama-Umaro’).
b. Adanya informasi sejak awal bagi Pemerintah Kabupaten Bekasi tentang aktivitas PDM Kabupaten Bekasi dalam upaya ikut serta mewujudkan masyarakat Kabupaten Bekasi yang agamis berbasis agro-industri.
- PESERTA
1. Jumlah Peserta.
a. Unsur PDM : 30 orang
b. Unsur PCM 3 x 12 : 66 orang
c. Ortom tingkat daerah 2 x 3 : 6 orang
Jumlah ...........................................: 102 orang
2. Persyaratan Peserta.
a. Sumbangan wajib peserta (SWP) sebesar Rp. 500.000,-/orang.
b. Sumbangan wajib organisasi (SWO) Rp. 50.000,-/Cabang.
c. Menyerahkan biodata (format lihat lampiran 1)
d. Foto berwarna (2x3 atau 3x4 atau 4x6 = 2 lembar) - PENCERAMAH:
1. .............................................. (PPM)
2. ............................................. (PPM)
3. Marwah Daud Ibrahim, Ph.D (ICMI) - METODE
a. Ceramah
b. Diskusi/tanya jawab - WAKTU DAN TEMPAT KEGIATAN
a. Waktu Kegiatan :
Hari/tanggal : Ahad, 24 Februari 2008M/17 Shafar 1429H
Jam : 08.00 s.d. 17.00 WIB
b. Tempat : Gedung Bulog, Jalan Raya Sultan Hasanudin Tambun Bekasi
- JADWAL KEGIATAN (Lampiran 2)
- PENGORGANISASIAN (Lampiran 3)
- PEMBIAYAAN (lampiran 4)
- PENUTUP
Proposal ini disusun sebagai panduan pelaksanaan kegiatan pemantapan aqidah Islamiyyah, penyamaan visi dan mindset kader Muhammadiyyah Kabupaten Bekasi Tahun 2008.
Billahi Fii Sabilil Haq, Fastabiqul Khairat
Bekasi, 12 Januari 2008 M/.................................. 1429 H
Langganan:
Postingan (Atom)
